Pemantauan Kualitas Udara Emisi & Ambien dan Teknik Samplingnya

EM-02

PENGANTAR

Pemantauan lingkungan khususnya kualitas udara menjadi konsekuensi bagi perusahaan dan kegiatan yang mengemisikan pencemar udara. Pemantauan kualitas udara meliputi udara emisi dan udara ambien diperlukan untuk pemenuhan peraturan (pemantaun rutin-abnormal-darurat, AMDAL/UKL-UPL, PROPER, dll) dan memprediksi dampak pencemaran emisi udara ke lingkungan. Dalam hal sampling dan pengukuran ini peran dari Laboratorium Lingkungan Pemerintah (BLH, Bapedalda) dan Swasta sangat penting.

Tujuan Spesifik dari pemantauan kualitas udara antara lain untuk:
1. Data pemenuhan baku mutu
2. Evaluasi kinerja alat pengendali pencemaran udara
3. Pengendalian proses
4. Pembuktian dalam proses hukum
5. Penelitian, dll

Perusahaan dan kegiatan harus melakukan pemantauan secara manual dalam periode waktu yang ditentukan oleh peraturan, disamping itu berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup no. 13 tahun 1995, 4 jenis industri wajib memantau dengan CEMS (Continuous Emission Monitoring System) yaitu: Industri Besi dan Baja, Industri Pulp dan Kertas, Pembangkit Listrik (PLTU) Berbahan Bakar Batubara dan Industri Semen. Selain itu CEMS dan pemantauan manual juga diwajibkan untuk pembangkit Listrik Tenaga Termal dengan kapasitas diatas 25 MW (Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 21 Tahun 2008).

Agar hasil pemantauan kualitas udara -baik yang dilakukan oleh pihak eksternal (laboratorium terakreditasi) maupun internal oleh perusahaan- tersebut dapat dipertanggungjawabkan objektivitas dan validasinya maka pemantauan haruslah memperhatikan hal-hal berikut:
1. Kaidah pemantauan
2. Baku mutu kualitas udara
3. Sampling (prosedur, teknik, lokasi pengambilan dan penanganan)
4. Satuan-satuan dalam pemantauan, Dll

Hasil pemantauan seperti inilah yang dapat digunakan untuk melihat kepatuhan (compliance) antara kinerja pengelolaan kualitas udara perusahaan dengan peraturan yang berlaku dan untuk mengukur kinerja program pengendalian pencemaran udara, sehingga dapat ditentukan tindak lanjut dan perbaikan yang perlu dilakukan oleh perusahaan. Untuk itu diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki pemahaman dan kemampuan untuk pengelolaan dan pemantauan kualitas udara di perusahaan dan juga Laboratorium Lingkungan Pemerintah (BLH, Bapedalda) dan Swasta.

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini didesain untuk memenuhi kompetensi sebagai berikut:

  • Peserta pelatihan memahami teknik sampling dan pemantauan kualitas udara emisi dan ambient secara benar.
  • Peserta pelatihan mampu merencanakan program pemantauan kualitas udara di perusahaan
  • Peserta pelatihan mampu melakukan analisis hasil pemantauan kualitas udara dan melakukan pengelolaan kualitas udara di perusahaan

MATERI PELATIHAN

Materi dan Jadwal pelatihan selama 3 hari sebagai berikut:

  • Peraturan Terkait Pemantauan Kualitas Udara: kewajiban-kewajiban yang diemban baik oleh pemerintah maupun penanggung jawab usaha sesuai dengan peraturan perundangan.
  • Prinsip Pemantauan Kualitas Udara: definisi pemantauan dan guideline pemantauan (bagaimana mendesain pemantauan mulai dari perencanaan, operasional di lapangan dan laboratorium, sampai dengan interpretasi data)
  • Teknik Pemantauan Kualitas Udara Ambien: pemilihan lokasi pemantauan, frekuensi pemantauan, ISPU, perhitungan ISPU,
  • Teknik Pemantauan Kualitas Udara Emisi: penentuan lokasi lubang sampling, penentuan titik lintas, frekuensi pemantauan, persyaratan cerobong,
  • Teknik Pemantauan Manual dan Continous Emission Monitoring System (CEMS)
  • Praktek Teknik Sampling dan Analisa Laboratorium Parameter TSP, SOx, NOx, dan CO

METODE PELATIHAN
Presentasi
Diskusi
Latihan

REFERENSI
Agincourt Resources, PT • Pupuk Sriwidjaja, PT • PLN (Persero), PT – Sektor Asam – Asam • Holcim Indonesia Tbk, PT – Narogong Plant • Indah Kiat Pulp and Paper Tbk, PT • Green Borneo Consultant, PT • Premier Oil Natuna Sea BV • Indonesia Power, PT – UBP Semarang • Medco E&P Indonesia, PT – Soka Ops (SS ext) • Indonesia Power, PT – UBP Perak & Grati • China National Offshore Oil Corp (CNOOC) SES, Ltd • GMF Aero Asia, PT • Petrosea Tbk, PT • Pembangkitan Jawa Bali (PJB), PT – UP Muara Tawar • Pindo Deli Pulp and Paper Mills, PT – Perawang • Jasa Tirta I (Perum) • Astra Honda Motor (AHM), PT • Jababeka Infrastruktur, PT • BLH Kabupaten Katingan • Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT – Tarjun • Mandiri Intiperkasa, PT • Semen Gresik (Persero) Tbk, PT • Badan Pengelola Waduk Cirata • Bridgestone Sumatra Rubber Estate, PT • Indonesia Power, PT – UBP Suralaya • Perkasa Inakakerta, PT • Aneka Tambang Tbk, PT – Unit Geomin• Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT – Palimanan • Badan Lingkungan Hidup Kab. Barito Selatan • Chevron Geothermal Indonesia Ltd. – Darajat • Krakatau Posco, PT • Sarulla Operation Ltd

Biaya : 6.500.000

PELAKSANAAN
Jakarta, 1 – 2 September 2015, di Gedung Menara Hijau

Pendaftaran Pelatihan

Print Friendly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>