Elektrokoagulasi

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR: Penurunan Zat Warna Menggunakan Metode Elektrokoagulasi

Zat warna tidak hanya berasal dari industri pewarnaan tekstil. Tetapi juga hadir dari industri lain seperti industri makanan, cat dan industri lain yang memanfaatkan zat warna sebagai bahan baku maupun bahan pendukung. Zat warna tersebut mengandung ikatan kovalen yang sangat kuat. Salah satu zat warna yang dimanfaatkan adalah reactive dye dengan struktur kimia berikut:

Teknologi elektrokoagulasi untuk mendegradasi zat warna telah banyak diteliti dan dimungkinkan untuk aplikasi di lapangan. Untuk mengolah limbah dengan metode ini diperlukan elektroda yang tercelup dalam air limbah dan terhubung dengan sumber listrik. Elektroda yang digunakan biasanya berbahan besi atau alumunium. Telah dilakukan beberapa penelitian mengenai elektrokoagulasi untuk mendegradasi zat warna tersebut.

Daneshvar, N, 2003 telah melakukan penelitian elektrokoagulasi dengan elektroda besi untuk menurunkan konsentrasi zat warna orange II. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa orange II dapat diturunkan hingga 98 % dan COD > 84 %.

Jenis zat warna C. I. Basic Red 46 (BR46) dan C. I. Basic Blue 3 (BB3) juga telah digunakan Daneshvar, N et all (2005) sebagai bahan percobaaan degradasi zat warna dengan metode elektrokoagulasi. Untuk menurunkan jenis zat warna BR46 diperlukan daya 4,7 kWH/Kg. Sedangkan jenis zat warna BB3 dibutuhkan daya 7,57 kWH/Kg. Elektrokoagulasi akan optimum pada konduktifitas 8 mS/cm yang dilakukan dengan penambahan NaCl 50 mg/l.

Degradasi zat warna terjadi karena terbentuknya spesies aktif yang terbentuk dari proses elektrokoagulasi tersebut. Destabilisasi koloid dari zat warna terjadi karena pelepasan ion Logam (L)n+ dari Anoda pada kutub positif dan terlepasnya ion� H+ pada kutub negatif. Pelepasan (L)n+ dari anoda akan bereaksi dengan air membentuk L(OH)n. Arus listrik yang melewati logam mengakibatkan terjadinya oksidasi logam sehingga terbentuk ion positif dari logam tersebut. Selanjutnya Air tereduksi menjadi gas hidrogen dan OH- (Holt, Petter et all, 1999)

Pada nilai konduktivitas optimum akan terbentuk sejumlah elektron (e-) yang juga berkontribusi terhadap degradasi zat warna. Nilai pH juga akan berpengaruh pada pembentukan OH- dan H+. pH Optimum yang diperlukan berkisar antara 8-10.

Pengolahan dengan elektrokoagulasi menghasilkan gumpalan padat dan selanjutnya dapat dilanjutkan dengan unit solid separation. Tidak diperlukannya bahan kimia koagulan membuat produk padatan yang relatif lebih kecil. Perlu diperhatikan bahwa, logam yang digunakan sebagai elektroda akan terkikis karena proses oksidasi. Selain itu, konsumsi energi listrik perlu diperimbangkan. Namun demikian, Metode ini dapat mereduksi kebutuhan lahan dan zat kimia yang diperlukan dalam pengolahan.

Imam Septana

BENEFITA

Referensi

Daneshvar, N., Ashassi-Sorkhabi, H.,and Tizpar, A.2007.Decolorization of orange II by electrocoagulation method. INIST-CNRS: http://cat.inist.fr/

Daneshvar, N., Oladegaragozeb, and Djafarzadeha, N.2006. Decolorization of basic dye solutions byelectrocoagulation: An investigation of the effect of operational parameters.Journal of Hazardous Materials: http://www.sciencedirect.com/

Holt, P., Barton G., and Mitchell, C.1999. Electrocoagulation as A Wastewater Treatment. The Third Annual Australian Environmental Engineering Research Event. 23-26 November 1999: Castlemaine, Victoria

Print Friendly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>